Rabu, 22 Februari 2023

Opini > Pilih mana : Orde Baru atau Orde Reformasi ?

 Pertarungan sengit : Orde Baru  Vs, Orde Reformasi

By : Smith Alhadar :

Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDe)




    Dalam konteks pilpres 2024, hiruk-pikuk dan polarisasi politik masyarakat Indonesia hari ini berpusat pada dua tokoh antagonistik ini: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.


      Sengaja saya mengabaikan Jokowi dalam hal ini, karena yang menjadi otak rezim adalah Luhut. Ini tidak berarti Jokowi bisa cuci tangan terkait kebijakan-kebijakan Luhut yang kontroversial. Juga berbagai upaya menjegal Anies menjadi peserta pilpres.


Toh, Jokowi berperan sebagai pemberi legitimasi atas semua gagasan dan tindakan pemerintah, yang notabene dirancang Luhut. Ini terjadi karena Jokowi adalah presiden karbitan, yang diorbitkan oligarki ekonomi dan oligarki politik. Luhut-lah orang yang punya visi, yang berakibat pada ketergantungan Jokowi padanya. 

Secara alami, pihak inferior akan tunduk pada pihak superior.


       Dalam polarisasi masyarakat ini, saya juga mengabaikan peran elite politik lain, khususnya para aspiran capres, karena mereka semua hanyalah penari yang menari mengikuti gendang yang ditabuh Luhut. Dengan cerdik, Luhut memanfaatkan elite parpol yang punya masalah hukum untuk menjalankan koreografi yang diciptakannya.

 Lebih dari itu, mereka hanyalah wayang-wayang Jokowi berwajah Luhut.


Namun, wibawa Luhut ditantang Anies, satu-satunya aspiran capres yang dipandang sebagai pembangkang terhadap rancang-bangun program pembangunan pemerintah yang disusunnya. Dus, Luhut melambangkan kekuatan status quo, Anies simbol kekuatan pro-perubahan.

 Tak heran, Luhut didukung Cina, Anies disukai Barat.


Kedua tokoh datang dari generasi berbeda. 

       Luhut disusui Orde Baru, Anies dibesarkan Orde Reformasi dengan rekam jejak sebagai oposan rezim Soeharto. Pendidikan militer yang ditempuh Luhut, yang tugas pokoknya adalah membunuh lawan, membuatnya cenderung mengabaikan prosedur dan konsensus — yang prosesnya bertele-tele — dalam membuat public policy. Itu terlihat dari produk-produk hukum pemerintah yang menerabas konstitusi.


     Anies adalah sarjana ekonomi dan politik tamatan AS yang terlatih melihat setiap fenomena sosial dengan “pandangan mata burung”. Artinya, dalam membuat public policy, ia mempertimbangkan semua aspek yang relevan dengan melibatkan semua stake holders guna melahirkan kebijakan yang matang.


Perlu juga dicatat bahwa Luhut adalah pebisnis besar, sedangkan Anies adalah aktivis sosial. Ini membuat keputusan Luhut hanya berdasarkan pada pertimbangan untung-rugi. Sementara kebijakan Anies berorientasi pada kemaslahatan sosial.


     Perbedaan keduanya juga tak bisa dipisahkan dari latar sosial-budaya yang membesarkan mereka. Menimbang pandangan politik dan ekonominya, yang diimplementasikan rezim Jokowi, Luhut secara sempurna mewakili Orde Baru. Anies, yang tak jauh-jauh amat dari generasi milenial, menghadirkan paradigma baru yang dinamis.


OTT  Bagus atau Tidak ? 


Pertentangan Luhut-Anies sudah terlihat sejak awal Anies memimpin Jakarta. 

     Misalnya, dalam kasus penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Luhut mewakili oligarki yang menghendaki proyek dilanjutkan. Sebaliknya, Anies bergeming, karena proyek ini mengancam lingkungan dan nafkah nelayan kecil. Contoh lain, beberapa kali Luhut membatalkan kebijakan Anies terkait penanggulangan epidemi covid-19.


     Dari latar belakang perbedaan sosiologis dan ideologis tersebut, tak heran kalau Luhut kurang menghargai demokrasi dan perbedaan pendapat, serta mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan semua aspek dan mekanisme tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).


   Maka kita menyaksikan pemerintah memanjakan oligarki dengan mengabaikan hak buruh melalui UU Cipta Kerja yang keabsahannya di tolak Mahkamah Konstitusi. Rezim juga mencobloskan oposisi kedalam penjara, menjustifikasi kekerasan negara terhadap anak bangsa, dan menghalang-halangi munculnya pemimpin tandingan yang dipandang mengancam kelangsungan hidup status quo.

 Ini sama persis dengan kelakuan rezim Soeharto.


    Sebaliknya, ketika memimpin Jakarta, Anies memberi contoh tentang good governance. 

     Artinya, kemajuan ekonomi tetap bisa dicapai tanpa harus berpegang pada trilogi pembangunan Orba yang kaku: stabilitas yang ditegakkan dengan penindasan, pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan konglomerat (trickle down effect), dan pendistribusian kue ekonomi yang tentu saja tidak merata.


Anies membuktikan bahwa pembangunan berbasis humanistik, berkeadilan, dan kolaboratif, justru akan membuahkan hasil yang berkualitas: yang kecil dapat membesar, yang besar tidak mengecil. Dan berbeda dengan Luhut, Anies menghadapi kritisisme secara arif, menciptakan stabilitas Jakarta melalui narasi persatuan yang tercipta melalui kesamaan tujuan semua warga.


   Di bawah kepemimpinannya, angka kemiskinan Jakarta turun signifikan. Pertumbuhan ekonominya termasuk yang tertinggi di antara 34 provinsi. Dan Anies mendistribusikan hasil-hasil material maupun nonmaterial pembangunan kepada semua secara merata.


      Komunitas-komunitas agama minoritas yang dulu tak memilihnya, dan awalnya meragukan kualitas kepemimpinannya, pada akhirnya bangkit mengapresiasi kebijakan-kebijakannya. Memang masih banyak yang harus dikerjakan untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik, nyaman, dan indah. 


Tapi apa yang sudah dicapai dalam waktu relatif pendek menggambarkan keberhasilan konsep pembangunan alternatif dan model kepemimpinan baru yang ditawarkan Anies cukup berhasil. Terbukti hasil jajak pendapat lembaga-lembaga survey yang kredibel menunjukkan 83 persen warga menyatakan puas pada kinerja Pemprov DKI.


       Kembali ke konteks pilpres, terkesan kuat Luhut masih berusaha agar gagasan memperpanjang masa jabatan presiden atau Jokowi tiga periode dapat direalisasikan. Karena gagasan ini ditentang publik, kini dicurigai ia bikin skenario alternatif: menyiapkan capres yang akan meneruskan kebijakan dan program pembangunan pemerintah. Karena berpotensi menggantikan Jokowi, Anies dianggap musuh besar.


Maka, bukan tidak mungkin orkestrasi tentang Anies mengusung politik identitas, yang akan menegakkan khilafah, bersumber dari Luhut untuk menakut-nakuti rakyat. Ini sama persis dengan strategi Orba yang setiap memasuki tahun politik, isu bahaya laten PKI dan DI/TII diamplifikasi untuk mengintimidasi rakyat.


Kolaborasi 


      Pada 10 Februari lalu, sambil mengungkap harapannya agar presiden terpilih 2024 — kalau pilpres jadi diselenggarakan — melanjutkan kebijakan dan capaian yang telah ditorehkan Jokowi (baca: Luhut), Menko Marinves itu menyatakan bodoh presiden yang tidak melakukannya. 


Pernyataan ini menegaskan tiga hal.


      Pertama, ia mengklaim dirinya pintar. Toh, apa yang dipandang sebagai capaian rezim Jokowi adalah hasil dari buah pikiran dan kebijakannya. “Presiden berikut tak perlu malu meneruskan periode sebelumnya,” katanya.


Artinya, dia berasumsi presiden berikut tidak mungkin sepintar dia dan tidak mungkin pula menghasilkan kebijakan yang lebih baik daripada dia, sehingga wajar kalau mengadopsi rancangan pembangunan yang dibuatnya. Memang melihat kapasitas aspiran capres yang ada, di luar Anies, klaim Luhut ada benarnya.


     Kedua, ia mengklaim rezim Jokowi berhasil secara gilang-gemilang. Menurutnya, pemerintah telah menciptakan ekosistem yang baik. Ini merupakan “gebrakan baru” dalam sejarah Indonesia, katanya. Salah satu ekosistem yang dibangun adalah hilirisasi industri, yang ia klaim akan memberikan nilai tambah yang besar bagi perekonomian Indonesia.


         Ketiga, secara tak langsung ia menganjurkan publik untuk tidak memilih Anies, karena Anies sebagai anti-tesa Jokowi adalah orang bodoh. Tentu saja pernyataan Luhut ini gegabah dan arogan. Toh, orang bisa dengan mudah membuktikan kemunduran Indonesia di hampir semua lini kehidupan bernegara dibawah “kepemimpinan Luhut.”


     Sebut saja utang negara yang terus menggelembung, pengangguran dan kemiskinan meluas akibat banyak perusahaan manufaktur gulung tikar dan daya beli masyarakat anjlok.


     Mengenai keberhasilan hilirisasi industri sebagai salah satu ekosistem yang diklaim Luhut, anggota Komisi VII DPR mengungkapkan ketidakyakinannya atas program hilirisasi nikel dan mineral lainnya. Ekonom Faisal Basri malah mengecam kebijakan itu karena hanya memberi keuntungan pada Cina, oligarki, sementara negara tidak mendapat apa-apa.


      Indeks pembangunan manusia, korupsi, dan demokrasi anjlok. Penegakan HAM dan hukum juga memprihatinkan. Dan pembangunan infrastruktur yang massif ternyata melahirkan banyak masalah. 


       Di antaranya, pertama, 

     Pembayaran bunga utang untuk membiayai infrastruktur saja sudah mencapai hampir Rp 500 triliun setahun, yang dibayar melalui perluasan pajak hingga ke rakyat kecil dan menambah utang baru hanya untuk membayar bunganya saja.


      Kedua, 

     Banyak infrastruktur yang mangkrak atau disfungsi. 

     Ketiga, 

    Infrastruktur yang dimaksud untuk membangun konektivitas guna meningkatkan daya saing dan kinerja ekonomi bangsa tidak terbukti.


    Maka, klaim Luhut tentang program pembangunan pemerintah yang dikendalikan nya sebagai “gebrakan baru dalam sejarah bangsa” doesn’t make sense. 

Memang itu bukan gebrakan baru, karena semua itu hanyalah copy paste konsep pembangunanisme (developmentalism) Orba, yang berupa sistem ekonomi ekstraktif yang memanjakan oligarki. 

Dengan demikian, pantaskah pengganti Jokowi melanjutkan blue print pembangunan yang dirancang Luhut? --  Bodoh kalau ada yang melanjutkan nya.


Puisi Merah Putih


Sekarang mari kita tengok konsep dan paradigma pembangunan Anies yang telah ia wujudkan di Jakarta. Melalui tulisan nya yang bagus di : 

Kompas, 17 Februari, 

di bawah judul “Meluruskan Jalan, Menghadirkan Keadilan”, 


    kita dapat menangkap pesannya bahwa ia melihat ada kesalahan fundamental pemerintah dalam menjalankan pembangunan selama ini sehingga perlu diluruskan demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan.


     Anies menegaskan,: 

   Pemerintah harus melayani kebutuhan rakyat secara adil tanpa memperhitungkan untung-rugi. Menurutnya, “Republik ini berdiri dengan janji menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tanpa kecuali.”

Karena itu, ia memanifestasikan keadilan sosial melalui gagasan yang konkret, yang bisa meluruskan jalan bagi masa depan republik ini.


     Ia juga mendorong penguatan demokrasi melalui beberapa prinsip: 

    menjalankan amanah reformasi, menghadirkan kesetaraan hukum, mendorong masyarakat sipil yang kritis, menguatkan landasan demokrasi elektoral. Ia mengingatkan, demokrasi adalah sebuah jalan panjang yang harus kita rawat bersama.


      Salah besar jika kita memandang demokrasi sebagai sesuatu yang bisa tumbuh dan bertahan begitu saja. Jalan demokrasi bukan jalan pintas pembangunan. Demokrasi adalah ikhtiar mewujudkan manusia yang bermartabat. “Manusia yang merdeka berpikir, berpendapat, dan menentukan tindakan.”


Dari aspek pertumbuhan ekonomi, Anies mengkritik cara pandang kita — mungkin terutama cara pandang Luhut — yang hanya berhenti pada angka-angka makro, yang diibaratkan potret dua dimensi. Menunjukkan yang dipermukaan, tapi tak selalu menggambarkan kedalaman dampak yang dirasakan warga.


Karena itu, yang didorong Anies adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. 

     Bukan sekadar dilihat dari aspek makro, tapi dampaknya bisa menjangkau semuanya. Semakin merata, semakin tinggi pertumbuhannya. Tentu saja pemikiran pembangunan Anies berbeda dengan Luhut. Sebenarnya pemikiran dan kebijakan Anies inilah yang mestinya dilihat Luhut sebagai “gebrakan baru dalam sejarah Indonesia.”


Pertarungan Luhut dan Anies akan berakhir di kotak suara pada 14 Februari 2024.

 Siapakah pemenangnya, Orde Baru atau Orde Reformasi? 

 Rakyat yang menentukan. 

Melihat sambutan massif rakyat di mana pun Anies hadir menggambarkan rakyat menghendaki perubahan. Walakin, Luhut sangat powerful, yang mampu mengubah apa saja yang dia kehendaki, termasuk mengubah harapan rakyat menjadi mimpi buruk. 

Wallahu ‘alam bishshawab!


Tangsel, 19 Februari 2023

Jumat, 27 Januari 2023

REFORMASI 1998 UNTUK SIAPA?

 By : Mohammad Noordin

#Jasmerah

#WawasanMilenial

Konsultan & Fasilitator di PT. Maksun International Indonesia, Konsultan & Fasilitator di Pj muria jaya. Pokja Kerjasama & Kemitraan di FEDEP (Forum for Economic Development and Employment Promotion )





TIDAK PERNAH ADA REFORMASI DI INDONESIA


Mahatir M: "Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto. Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.."

Sultan Bolkiah: "Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan"

Lee Kuan Yew: "Pak Harto pemimpin luar biasa. Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia ..."

Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR utk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.

Majalah TIME agen konspirasi global memfitnah Pak Harto & keluarga dengan tuduhan punya simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak terbukti sama sekali. Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, satu pun tidak menemukan rekening, SDB, dsj di perbankan asing. "Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Pak Harto. Semua tuduhan itu fitnah.

Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Soeharto. Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, pihak2 tertentu marah.‎


RI merdeka 1945, namun kemerdekaan umat islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam.

Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan, kekurangan, namun beliau tetap Pahlawan, jasanya luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan G30S/PKI, membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia.

Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dgn Pak Harto awal Oktober 1965. CIA belum pernah buka ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta.


Pak Harto dalam lintasan Sejarah 


Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu, TNI AD di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan PKI untuk kendalikan NKRI. 


Faktor utama kegagalan Gestapu PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat, Gestapu dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Okt 1965 ADALAH KESALAHAN FATAL.

 

Gestapu PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI.


Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak prestisius. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.

CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.

Fakta sejarah: Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dgn musuh (pasukan Belanda).

Fakta sejarah: Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua krna malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.

Fakta sejarah: Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.

Fakta sejarah: 25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.

Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto kena getahnya.

Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.



SUKITMAN, Saksi hidup peristiwa G30 S PKI 


Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, 


Rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di polit biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota polit biro PKI. Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban. Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI utk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia. Mayjen Soeharto adalah staf Jend. A. Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal Gestapu PKI.

Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dlm menyusun daftar korban. PKI tidak perhitungkan kemampuan militer Soeharto. Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya jadi Panglima Pasukan Cadangan. Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun. Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Jend. A. Yani, Gestapu pun dilancarkan PKI.

Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto lakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA. Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.

Mengapa Soeharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?

1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.

2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI. Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI.


Soeharto ex Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI PKI, skak mat TNI balas aksi PKI.

"Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" ~ CIA.



Filem G 30 PKI Versi lengkap 


Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat. Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.

Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan, puluhan juta rakyat antikomunis dibunuh.

Komunis China selama revolusi kebudayaan bunuh puluhan juta rakyat sendiri. Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll ..Komunis bunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis. Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara. Komunis tdk mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern. 

Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.


Kembali ke laporan CIA, Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Sorharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI & memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto. Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.


Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..? Bukan senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen, 


SOEHARTO MINTA BERAS.


Oktober 1965 Rakyat kelaparan, inflasi 650% (standar normal < 10%), defisit 175% (standar normal < 2,5%), bahan pokok langka, RI dalam bencana kelaparan. Terbukti Soeharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke RI, Rakyat RI utang nyawa pada Soeharto.

CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa kirim beras. Apalagi sebanyak 400.000 ton, AS tak bisa. CIA bujuk Soeharto akan bantu apa saja selain beras, anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya rumit, Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.

Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, lobi senator dan anggota kongres. Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Soeharto..? Karena keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkram Komunis, di Asia Tenggara hampir semua jatuh ke tangan Komunis.

Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakah anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis. Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh.

Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yg dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis. Sungguh Mengerikan..!! 



Lubang Buaya, 1 Oktober 1965



ALHAMDULILLAH RI GAGAL DIKUASAI PKI.


Pemerintah AS sangat terima kasih atas jasa besar Soeharto menggagalkan komunis kuasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dst. Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI. 


Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI. Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI.


AS bantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelejen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI. Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.


Fakta sejarah itu sekarang diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI, dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.

Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI untuk memutar kembali Film G30S/PKI itu sudah tepat.‎

.

#Jasmerah

#WawasanMilenial


Sumber FB : 

https://www.facebook.com/groups/1053558388009184  - Media Islam

https://www.facebook.com/noordinkds - Mohammad Noordin

Rabu, 25 Januari 2023

Opini "INDONESIA BARU 2024 : SEPERTI APA ?

 TAIPAN  dan Partai Komunis CHINA ( CCP )

Oleh: Chris Komari

Activist Democracy

Activist Forum Tanah Air (FTA)





     Masalah bangsa Indonesia itu tidak sulit untuk  di identifikasikan, solusinya pun sebenarnya tidak terlalu sulit amat, asal ada niat dan kemauan para pejabat tinggi negara untuk mengatasinya bersama...!!!!


Masalahnya adalah:


1). Banyak SDA daerah yang dirampok dan dikuasai oleh pejabat tinggi negara dipemerintahan pusat, yang kongkalikong dengan KORPORASI ASING, KORPORASI ASENG dan KORPORASI SWASTA diatas penderitaan rakyat daerah.


2). Bursa PILPRES ingin dikuasai oleh partai politik besar dengan berbagai cara, seperti UU PEMILU, No.7 tahun 2017, pasal 222 dengan Presidential threshold 20%, ditambah dengan  dukungan uang, berupa mahar politik dari para bandar politik, makelar politik, kandidat dan oligarachs ekonomi yang ingin beternak penguasa.


3). PEMILU yang tidak berkualitas, tidak demokratis dan tidak kredible karena anggota komisioner KPU adalah orang-orang titipan dan tidak ada "SELF-CONTROLLED" dalam tubuh internal KPU. Sehingga rekayasa dan manipulasi suara rakyat itu mudah dilakukan.


4). APBN dan APBD dibuat berdasarkan "SPENDING-ORIENTED", bukan "SURPLUS-ORIENTED", sehingga pemimpin pusat dan pemimpin DAERAH maunya menghancurkan uang rakyat diakhiri tahun yang menghasilkan DEFISIT APBN dan APBD.


5). Anggota DPR dan fungsi DPR saat ini sudah tidak berjalan, karena anggota DPR pada takut kena mutasi dan ancaman kekuasaan P.A.W dari petinggi partai politik yang ada dalam UU MD3.

......


     Itu semua adalah masalah bangsa yang di "MANUFACTURED", sengaja dibuat untuk kepentingan golongan elites, oligarachs ekonomi dan oligarchs politik, khususnya petinggi partai politik.


Ketika ada tuntutan dari rakyat untuk membuat perubahan perubahan politik dan ekonomi, maka yang seharusnya menjalankan perubahan itu adalah:


1). Anggota DPR yang menjadi wakil rakyat di Parliamen. Tetapi anggota DPR sudah diikat, dikontrol dan dikuasai oleh petinggi partai politik dengan ancaman mutasi dan P.A.W dari kekuasaan petinggi partai politik yg ada dalam UU MD3.


*Jadi berharap perubahan dari anggota DPR, sudah tidak mungkin.


2). MPR yang menjadi Majelis Permusyawaratan Perwakilan rakyat. Tetapi faktanya, MPR sudah turun pangkat dan sudah tidak memiliki kekuasaan lagi, karena mayoritas anggota MPR adalah anggota DPR yang sudah di kontrol dan diikat dengan kekuasaan P.A.W petinggi partai politik yg ada di dalam UU MD3.


*Jadi berharap perubahan dari MPR juga sudah tidak mungkin lagi.


3). Presiden sebagai kepala Executive, bisa banyak melakukan manuever politik untuk bisa membuat perubahan politik dan ekonomi. Tetapi sayang, Presiden BONEKA hanya mengikuti keinginan MAJIKAN yang membiayai PILPRES, sehingga bikin PERPPU juga untuk membela kepentingan oligarchs yang membiayai PILPRES.


*Jadi berharap perubahan dari Presiden juga sudah tidak mungkin lagi.


4). Sisanya tinggal RAKYAT sendiri sebagai pemilik suara (VOTERS) yang harus membuat perubahan sendiri, dengan cara menuntut perubahan politik dan ekonomi dari bawah, kepada para calon pemimpin bangsa (CAPRES) dan calon wakil rakyat di pemerintahan (CALEG) pada saat di musim PEMILU, dengan mengunakan perjanjian politik dan kontrak sosial secara tertulis.



Belajar dari Tibet


   Itulah mengapa FTA mengeluarkan poin-poin manifesto politik, untuk menuntut perubahan politik dan ekonomi dari bawah dan memberikan edukasi publik terhadap pemilik suara (voter) untuk bisa mengunakan hak suaranya (vote) dengan bijak dan intelligence untuk menghasilkan perubahan politik dan ekonomi.

....


  Menuntut, mereformasi dan mendobrak status quo dengan mengubah APBN, APBD dan BUMN menjadi "SURPLUS-ORIENTED" dan bukannya "SPENDING & DEFISIT ORIENTED", untuk membuat NKRI mandiri dan menjamin kehidupan fakir miskin oleh negara lewat SUBSIDI (SAFETY NET PROGRAMS).

.......


   Kapan rakyat Indonesia berani mengusir KORPORASI ASING, KORPORASI ASENG dan TKA ASENG yang merampok SDA bangsa  Indonesia...???


Jangan sampai partai komunis CCP RRC (CHINA) berhasil melakukan voter's gentrification di Indonesia.


  Voter's gentrification adalah usaha untuk mengubah landscape pemilik suara (voters) dimana golongan PRIBUMI yang dulunya mayoritas akan menjadi minoritas, karena banyak TKA CHINA gelap dan immigrant gelap Dari CHINA di Indonesia.


Sehingga setiap ada PILPRES, PILEG dan PILKADA, golongan para pendatang itu akan terus menang PEMILU seperti di SINGAPORE.


   Mayoritas SDA daerah yang berada wilayah daerah dan kekuasaan daerah, 95% harus disetor dan dikuasai pemerintah pusat, dengan alasan untuk pemerataan ekonomi diseluruh Indonesia, khusunya daerah-daerah yang tidak memiliki SDA. 


Tetapi faktanya, hasil SDA daerah itu banyak dipakai dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran pejabat tinggi negara di pemerintah pusat, yang kongkalikong dengan TAIPAN 9 NAGA, KORPORASI ASING, KORPORASI ASENG dan OLIGARACHS lainnya,  diatas penderitaan rakyat daerah. 


Itu jelas tidak adil, tidak fair dan tidak proporsional bagi rakyat daerah...!!!






A). My concepts, my programs and my visions for Indonesia.


    Dibawah ini programs dan rencana kerja bagi Presiden baru 2024 (R1) selama 5 tahun berikutnya, yang belum pernah disampaikan dan dijalankan di Indonesia, sbb:


1). Bidang Ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


   Yang menjadi guiding principle Presiden baru Indonesia (R1) dalam membenahi sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Indonesia adalah pasal 33 dan pasal 34, UU 1945 dimana. 


  Semua cabang-cabang produksi yg menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Bumi, air dan kekayaan alam yg terkandung didalam nya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besar nya untuk kesejahteran dan kemakmuran rakyat Indonesia.


Secara specific Presiden baru Indonesia (R1) harus lakukan:


1). Menarik semua tanah HGB dan HGU dan memerintahkan BUMN untuk mengelolanya sendiri.


2). Semua BUMN harus 'PROFIT ORIENTED" dan semua CEO BUMN cukup diberi waktu 2 tahun untuk membuat perubahan positive (positive trends) terhadap semua perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yg dipimpin nya dengan benchmark setiap 6 bulan dievaluasi. 


   Bila tidak ada perkembangan dan trend positive, CEO itu harus dipecat, diganti dengan yang mampu...!!! 


    Bila ada satu saja BUMN yang mendekati bangkrut dan kebanyakan utang, maka Menteri BUMN yang harus dipecat...!!!


    Semuanya jabatan komisioner BUMN dibubarkan dan BUMN tidak memerlukan jabatan komisioner yang makan gaji buta tiap bulan...! Cukup CEO dan team anggota kerjanya.


3). Presiden baru Indonesia (R1), perlu  mengeluarkan PERPPU atau PERPRES agar semua APBN, BUMN, APBD Propinsi dan APBD Kota dan Kabupaten harus berorientasi pada  "SURPLUS-ORIENTED", bukan lagi "spending & defisit oriented". 


  Saya tahu, ini hal yang baru di Indonesia meski sudah dijalan ratusan tahun dinegara maju...!!!


Kebijakan ini secara langsung akan memaksa semua pemimpin daerah, mulai dari:


> Gubernur, 

> Wali Kota, 

> Bupati 

> Anggota DPRD


 ....untuk bekerja dengan hemat dan cermat untuk mencari peluang ekonomi (local economic developments) dengan tujuan untuk  menaikan Penghasilan Asli Daerah (PAD), sehingga di akhir tahun APBD akan selalu menghasilkan SURPLUS.


   Dengan "SURPLUS" ini, pemerintah daerah akan mampu memberikan SUBSIDI (SAFETY NET PROGRAMS) sebagai bantuan sosial dan jaminan kesejahteran kepada FAKIR MISKIN yang banyak hidup didaerah, untuk menjalankan tugas, tanggung-jawab dan mandat pasal 34, UUD 1945.


Debt Traf Benarkah ? 


    Reformasi baru ini akan membuat semua pemimpin daerah tidak hanya kongko-kongko dikantor, ongkang-ongkang dikantor, main perintah sana dan perintah sini, seperti mandor bangunan. 


      Pendekatan ini akan memaksa semua pemimpin daerah untuk bekerja keras dan selalu mencari teribosan ekonomi untuk meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD). 


Secara tidak langsung, pendekatan ini akan membuat semua PILKADA akan menghasilkan pemimpin daerah yg mengerti ekonomi, dubnia usaha dan fokus pada peningkatan asli daerah (PAD). 


     Bila dalam waktu 2 tahun berturut-turut tidak ada perubahan trend positive, harus ada mekanisme, system atau impeachment proses baik lewat recall election atau pemakzulan terhadap pemimpin daerah oleh DPRD setempat. 


Untuk melakukan recall election guna memecat kepala daerah ditengah jalan, cukup bagi rakyat daerah setempat untuk mengumpulkan tanda tangan petisi sebanayk 5% dari total DPT PEMILU terkahir yang verifiable, dengan spread 1% tanda tangan minimal di 5 Kecamatan. 


     Pendekatan ini akan mengubah wajah para kandidat kepala daerah, dari orang yang banyak duit untuk membeli suara dengan "SERANGAN FAJAR" menjadi orang yang paham ekonomi, mengerti dunia usaha dan pengembangan daerah (local economic developments).


Kandidat (calon) pemimpin daerah yang tidak mampu menguasai  dunia ekonomi (economic developments) dan dunia usaha, akan sulit menang PILKADA. 


   Bahkan akan tidak termotivasi untuk menjadi kandidat pemimpin daerah yang hanya mengandalkan "SERANGAN FAJAR", karena dalam waktu 2 tahun ketika terpilih menjadi pemimpin daerah, bila tidak mampu meningkatkan PAD, akan terancam kena recall election dari rakyat daerah...!!!


Proses recall election kepala daerah dan angoota DPRD harus dibuat tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah, 5% petisi tanda tangan dari pendukung recall election sudah lebih dari cukup sebagai alat kontrol mekanisme (control mechanism) rakyat terhadap para wakil-wakil rakyat dipemerintahan (public oversight, public scrutiny, checks and balances). 


Semua alokasi dana APBN kepada masing-masing APBD harus berorientasi pada peningkatan Penghasilan Asli Daerah (PAD) Propinsi, Kota dan Kabupaten. 


Mayoritas spending APBD harus untuk meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD)...!!!


    Fokus dari semua pejabat pemerintah pusat, mulai dari Kementrian, Dirjen, irjen dan direksi BUMN adalah untuk bekerja sama membantu pemerintah daerah meningkatkan economic developments didaerah (to capture more of  domestic equity market), guna meningkatkan PAD daerah hingga mencapai diatas 85%.


   Pemerintah pusat lewat DEPKEU harus memiliki dan menyediakan team economic development khusus, yang memiliki tugas dan tanggung-jawab membantu pemerintah daerah melakukan assessment dan mengembangkan potensi ekonomi di daerah masing-masing diseluruh Indonesia, dengan bantuan sepenuhnya dari pemerintah pusat baik secara moril, material dan financial, dengan tujuan meningkatkan PAD. 


Dalam waktu 5 tahun kedepan, harus ada perubahan yang significan dimana banyak Propinsi, Kota dan Kabupaten diseluruh Indonesia mampu menghasilakan PAD diatas 30% hingga 50%.


    Target Presiden baru Indonesia (R1) harus diatas 85% PAD untuk masing-masing daerah yang memiliki SDA melimpah, menjadikan APBD mereka secara financial "SELF-FUNDED", dan tidak lagi tergantung injeksi alokasi dana diatas 50% dari (APBN) pusat.


Saat ini hampir semua APBD Propinsi, Kota dan Kabupaten diseluruh Indonesia menerima injeksi alokasi dana dari APBN pusat sebesar 75% hingga 85%. 


Ini yang harus didobrak, diperbaiki dan direformasi lewat pendekatan diatas, mewajibkan semua APBN dan APBD "SURPLUS ORIENTED."


  Kecilnya PAD daerah itu artinya membuktikan bahwasanya dunia usaha dan economic developments di Propinsi, Kota dan Kabupaten itu tidak berjalan....!!! 


Itu artinya, lapangan kerja didaerah juga tidak ada bagi rakyat daerah.


Kemungkinan besar BUMD dan KADIN daerah juga tidak berjalan.


    Untuk mencapai tujuan diatas, tentu akan ada perubahan yang massive terhadap penyeimbangan kuangan, pembagian alokasi dana APBN yang proporsional, pembagian Dana Hasil Bagi (DBH) SDA DAERAH, baik berupa profit sharing dan royalties harus lebih proportional dan fair, untuk membantu pemerintah DAERAH lebih daerah mandiri (self-funded) secara financial. 


Amandemen UUD 45 Untuk siapa ? 



     Minimal semua alokasi dana APBN untuk APBD, harus memiliki 2 tujuan:


a). Membantu daerah untuk meningkatkan economic developments didaerah secara masiive, seperti membangun airport kecil dimasing-masing daerah, membuat ekses pelabuhan laut, mendirikan kawasan industry khusus didaerah, pengembangan pariwisata, pengembangan sektor teknology, manufacturing dan membantu mengembangkan potensi produk & perdangangan export-import dengan negara luar negeri, dll. 


Semua alokasi dana APBN dan APBD harus mengarah kesitu.


b). Membantu pemerintah daerah untuk mengembangkan peranan  BUMD, KADIN DAERAH dan BANK LOKAL DAERAH untuk mampu meningkatkan PAD yang lebih besar dengan melakukan kerja sama mengembankan proyek-proyek APBD daerah yang dikelola oleh BUMD, termasuk underdeveloped and undeveloped lahan-lahan disetiap DAERAH.


4). Secara ekonomi, Presiden baru Indonesia (R1) harus fokus membangun dan memperluas economic development diseluruh 34 Propisni dan di 516 lebih pemerintah Kota dan Kabuptaen untuk meningkatkan domestic equity market dimasing-masing DAERAH dan PROPINSI. 


Import barang dari luar negeri harus dibatasi.


   Semua kebutuhan dalam negeri harus dibuat didalam negeri, disupply oleh pabrik-pabrik dan manufacturing dalam negeri dan dikuasai oleh anak bangsa sendiri...!!!


Kalau belum punya pabrik-pabrik dan manufacturing yang dibutuhkan, segera mencari konsultan dan segera mendirikan pabrik-pabrik itu dan manufacturing yang dibuthkan untuk dikelola sendiri oleh BUMN, BUMD dengan dana alokasi dari APBN dan APBD, bekerja sama antara pejabat pusat dan pejabat daerah dan berkolaborasi...!!!


Bukan malah sebaliknya, rebutan SDA daerah untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan kongkalikong dengan korporasi ASING dan ASENG...!!! 


Itu namanya pengkhianat dan pecundang terhadap kedaulatan rakyat, khususnya hak otonomi rakyat daerah...!!!


    Semua cabang-cabang produksi yg menguasai hajat hidup orang banyak, seperti tambang minyak, batubara, emas, nickel, thorium, pearl, hutan, kelapa sawit, dll harus dikuasai oleh negara yang harus dikeloal sendiri oleh anak bangsa sendiri, pekerja lokal oleh BUMN dan BUMD yang dibiayai oleh uang negara. 


Saham BUMN dan BUMD tidak boleh dijual ke SWASTA lebih dari 20%. 


   BUMN yang menjual saham diatas 50%, atau mendekati 50%, itu namanya bukan BUMN, tapi KORPORATE SWASTA...!!!


Presiden baru Indonesia (R!) juga harus melakukan reformasi besar-besaran terhadap sektor TELEKOMUNIKASI, ENERGY, TRANSPORTASI, PERTAMBANGAN, PERBANKAN, ASURANSI dan REAL ESTATE. 


Pemerintah pusat lewat BUMN dan BUMDM harus menguasai 7 sektor itu. 


    Sebab 7 sektor itu menguasai hajat hidup orang banyak dan 7 sektor itu sangat penting bagi keberadaan BUMN dan BUMD untuk meningkatkan penerimaan APBN dan APBD. 


Menteri BUMN, pejabat BUMN, CEO BUMN dan Manager BUMD yang tidak mampu bekerja dan memberikan hasil yang significant, guaranteed harus segera dipecat dalam waktu 1 tahun dan tidak lebih dari 2 tahun dari waktu mulai menjabat...!!!


   Bila Presiden baru (R1) bila menghadapi kesulitan untuk mengambil alih tanah HGU, HGB, dan cabang-cabang produksi yg menguasai hajat hidup orang banyak yg sudah dikuasai OLIGARCHS, KORPORASI ASING dan KORPORASI ASENG (RRC), Presiden baru Indonesia (R1) harus bekerja sama dengan DPR untuk me-nasionalisasi-kan semua SDA bangsa yang menguasai hajat hidup orang banyak sesuai perintah, kewajiban dan mandat Pasal 33, UUD 1945. 


Bila mengalami gridlock politik dan hukum international, 

lakukan REFERENDUM di Indonesia.


Period...!!! There is no more question asked...!!!


   Pemerintah NKRI bisa mengambil alih semua cabang-cabang produksi penting yg sudah dikuasai asing atau aseng itu lewat national REFERENDUM, khususnya SDA bangsa yg sudah locked in oleh perusahaan asing dan aseng dengan irrevocable contracts...!!!!


Jadi rakyat Indonesia yang menentukan lewat referendum nasional untuk mengambil alih kembali semua SDA bangsa yang sudah dikuasai KORPORASI ASING, KORPORASI ASENG dan KORPORASI SWASTA.


Semua irrevocable contracts dengan korporasi asing dan negara asing yang melanggar Konstitusi UUD 1945 (NKRI), tetap bisa dibatalkan. 


     Bila tidak bisa  dan dibenturkan dengan arbitrasi pengadilan Internasional, maka rakyat Indonesia bisa menuntutnya lewat Konstitusi dengan melakukan REFRENDUM NASIONAL..!!!


Bahwa SDA bangsa adalah hak rakyat Indonesia, bukan hak pejabat pemerintah pusat yang kongkalikong dengan KORPORASI ASING dan KORPORASI ASENG dengan mebuat "IRREVOCABLE CONTRACTS"...!!!


Ketika ekonomi daerah kuat dan mandiri (SELF-FUNDED), maka ekonomi negara dan bangsa Indonesia akan sangat kuat. 


Pemerintah pusat bisa fokus pada pertahanan dan keamanan bangsa dan negara (NKRI).


   Pemerintah pusat bisa membuat program national dan melakukan  kerja sama international, seperti bagaimana menguasai technology nuclear buat NKRI untuk self-defense dan untuk memenuhi kebutuhan ENERGY. 


Pemerintah pusat juga bisa fokus untuk membuat Indonesia menjadi negara MANDIRI (independent) dalam kebutuhan energy dengan mengembangkan technology nuclear energy yang lebih besar dan aman. 


  Pemerintah pusat dan pejabat tinggi negara dipusat jangan malah sibuk merampok bersama SDA daerah yang lebih besar dengan UU OMNIBULLSHIT untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan pendukung PILPRES, diatas penderitaan rakyat daerah...!!!

.....


B). Bidang Politik, Demokrasi & Reformasi Birokrasi.


1). Presiden baru Indonesia (R1) harus mampu memperbaiki DEMOKRASI dan PEMILU di Indonesia. 


  Keanggotaan komisioner KPU harus direformasi dan dilebur besar-besaran, karena kunci dari kesuksesan, kredibilitas dan kualitas PEMILU di Indonesia ada di KPU.


   Secara prinsip, Presiden baru Indonesia (R1) harus mendobrak birokrasi sana-sini secara besar-besaran, mengurangi banyaknya jumlah pegawai PNS dan anggota DPR, DPD, DPRD dan mengurangi tumpang-tindihnya lembaga negara, institusi, kantor, komisi, department, dirjen, Irjen dan ombudsman yg tidak banyak berfungsi tetapi menghabiskan banyak uang rakyat itu.


Presiden baru Indonesia (R1) harus mampu membuat pemerintahan NKRI yang lebih kecil jumlah pegawainya, lembaganya, lebih sederhana, effective dan efficien, tetapi berkualitas tinggi. 


  Pejabat tinggi negara yang melakukan monkey business, memperkaya diri dengan menjual jabatan dan kekuasaan, tidak peduli dengan CONFLICT OF INTEREST, harus segera dicopot dan diganti. Apalagi korupsi dan abuse of power...!!!


Presiden baru Indonesia (R1) harus decisive dan jangan lagi menerima excuses dan nonsenses..!!!


 Anggota DPR, DPD dan DPRD Propinsi, Kota dan Kabupaten terllau banyak dan hanya menghabiskan uang negara dan uang rakyat,  dikurangi secara proporsional.


Anggota DPRD Kota dan Kabupaten cukup total 15 orang dan tidak lebih dari 25 orang. 


  Jumlah maisng-masing anggota DPRD, tidak harus sama, harus disesuiakan kebutuhan representation dari jumlah penduduk yang ada di masing-masing daerah.


2). Presiden baru Indonesia (R1) tidak membutuhkan sebanyak 34 Menteri Kabinet, cukup total 16 Menteri Kabinet sudah lebih dari cukup. 


    Itu pemerintahan bentuk pemerintahan yang  terlalu gemuk, terlalu banyak orang, tidak effective, tidak efficienbdan hanya menghabiskan uang RAKYAT.


Semua lembaga negara lain, institusi, kantor, department yg tidak memiliki fungsi yg significant, tidak memiliki SUBPOENA POWER, harus di lebur, digabung atau dikosongkan supaya tidak menghabiskan uang rakyat...!!!


   Dikosongkan disini artinya, bila mereka tidak mau bubar sendiri, silahkan jalan terus, tetapi tidak akan mendapatkan gaji atau dana operational dari pemerintah lewat APBN dan APBD.


3). Presiden baru Indonesia (R1) harus bekerja sama dgn DPR untuk merombak UU Partai Politik, UU PEMILU, UU MD3 dan aturan KPU  untuk mengembalikan kedaulatan tertinggi rakyat kembali kepada rakyat. 


    Bila ada kesulitan dan tidak mendapatkan support dari DPR, Presiden baru Indonesia (R1) bisa mengunakan executive orders (PERPPU. PERPRES dan KEPRES) untuk memperbaiki dan membenahi partai politik, KPU, BAWASLU, PEMILU dan demokrasi di Indonesia.


   Membatasi kedaulatan partai politik, serta membuat partai politik menjadi publik entity, dan bukan entity milik dynasty, keluarga (family) dan menjadi milik perorangan atau kelompok elites.


Membuat UU partai politik baru dimana menjadi kandidat Presiden (CAPRES), bukan lagi menjadi hak prerogative seorang ketua partai politik.


    Tetapi harus menjadi hak semua warga negara Indonesia yang qualified secara hukum dan aturan, dengan mengunakan system open primary, primary election dan general election baik dengan cara convention, atau voting yang dilakukan secara terbuka oleh internal partai poliitk.


Partai politik harus di AUDIT secara keuangan oleh KPU dan BPK!!!


   Kemudian BPK mengeluarkan daftar top 15  donatur keuangan kepada partai politik dan  dipublikasikan besar-besaran ke PUBLIK oleh KPU dan BPK, sehingga rakyat sebagai pemilik suara (voters) tahu dan mengetahui dari mana masing-masing partai politik itu mendapat dana PEMILU dan dana PILPRES.


   Keanggotaan komisioner KPU harus dilebur dan diisi juga oleh minimal 36 orang wakil dari 18 partai politik PEMILU 2024 (2 orang per partai politik), selain 7 anggota komisioner KPU hasil seleksi dari DPR. Sehingga total anggota komisioner KPU pusat menjadi 43 orang, untuk menciptakan SELF-CONTROLLED dalam tubuh internal KPU.


4). Presiden baru Indonesia (R1) harus memisahkan POLRI dari lembaga tinggi negara (Executive, Legislative dan Judicative). 


POLRI harus bisa bekerja independent, meski semua biaya dan budget operational termasuk gaji anggota POLRI akan tentukan oleh Legislative dan Executive. 


Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga prinsip demokrasi on separation of power...!!!


5). Mengubah jumlah anggota DPR dari 711 menjadi 432 anggota, yang terdiri dari 364 anggota DPR (1 anggota DPR per sekitar  750.000 population) dan 68 anggota DPD (2 anggota DPD per Propinsi).


    Supaya dana operational pemerintah pusat (APBN) tidak habis untuk membiayai anggota parliament yg tidak banyak bermanfaat mewakili kepentingan rakyat, daerah dan konstituen.


Perubahan anggota Parliamen (DPR/DPD) ini masih bisa disesuaikan, tetapi maksimum 450 sudah lebih dari cukup, dan bukan 711 dan mau ditambah lagi.


Anggota DPRD Propinsi, Kota dan Kabupaten sebanyak 20 orang dan maksimal 25 orang per Propinsi, per Kota dan per Kabupaten sudah lebih dari cukup.

.....


    The new Indonesian President (R1) must have  very detailed and comprehensive programs that are crystal clear, attainable and measurable every step of the way with benchmarks and timelines. 


But one thing is for sure with this approach.


    If all of those provincial's governments and city's governments are financially self-funded, or at least having at least 85% local income revenues to fund local budget (APBD), Indonesia will be financially and economically stronger...!!!


The local people will be definitely living better because they will have local employment as a result of local economic developments.(ck)


Revolusi Toilet Xi Jin Ping 3 Periode


Sumber : 

https://pantau24jam.com/2022/06/01/voters-gentrification/

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=143316995119525&id=100083236746877

https://pantau24jam.com/2022/06/01/voters-gentrification/