Kamis, 30 April 2026

Siapa yang menjungkalkan kursi Suharto 1998 ?


Alasan Clinton – China Menggulingkan Suharto Pada 1998

Kotak Pandora27/09/2018Politik



 


Foto ikonik Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Michel Camdessus yang berdiri ketika Presiden Soeharto dengan lengan terlipat, terlintas di pikiran seperti seorang guru sekolah yang sedang menjatuhkan hukuman kepada muridnya yang nakal, melambangkan kejatuhan pemimpin besar Indonesia yang sudah berusaha maksimal membangun Indonesia dan mensejahterakan rakyatnya.


Hari itu tanggal 15 Januari 1998, ekonomi Indonesia yang seharusnya tidak terpengaruh hebat akibat dampak krisis keuangan dan moneter Asia, akhirnya menyerah kalah pada krisis yang direkayasa Amerika Serikat dan China yang berkolaborasi dengan IMF.

Hari itu 15 Januari 1998, Suharto dan Indonesia masuk perangkap situasi yang diciptakan konspirasi global yang didukung penuh mayoritas konglomerat Tionghoa Indonesia.

IMF menyetujui kucuran utang untuk Indonesia dengan penandatangan perjanjian utang beserta syarat-syarat yang harus dipatuhi Indonesia oleh Presiden Soeharto. Dengan menandatangani perjanjian utang US$ 43 miliar, IMF mendorong percepatan kejatuhan Presiden Suharto, dan merancang masa depan baru untuk Indonesia yang sarat kepentingan Amerika, China dan para konglomerat Tionghoa Indonesia.

 

Peran Besar Presiden Bill Clinton 

Rakyat Indonesia tidak mengetahui peran besar Presiden AS saat itu Bill Clinton dalam menekan Presiden Suharto agar menyetujui paket persyaratan dan rencana kebijakan IMF yang harus dipatuhi Indonesia, termasuk penutupan pabrik pesawat terbang PT IPTN, penghapusan peran BULOG sebagai penyangga stabilitas harga 9 bahan pokok, penghapusan berbagai subsidi, pembatalan program mobil nasional Timor, dan penerapan pasar bebas di Indonesia.


Singkatnya, penandatangan perjanjian dan butir -butir persyaratan penjanjian IMF-RI adalah lonceng kematian untuk kedaulatan ekonomi RI. Indonesia seketika berada dalam cengkeraman kekuasaan dan kendali IMF.


Campur tangan Pemerintah Amerika terutama secara langsung melalui tangan Presiden Bill Clinton, sesungguhnya bukan suatu hal rahasia lagi.


Transkrip tiga percakapan telepon Bill Clinton – Suharto yang tahun lalu dinyatakan bebas diakses publik, menunjukkan betapa ‘persuasifnya’ Presiden Amerika itu dalam meyakinkan Presiden Suharto. Clinton menekankan kecemasannya bahwa Suharto akan ‘diterjang peluru rakyatnya sendiri’ ketika nilai tukar rupiah jatuh dari 2.500 menjadi lebih dari 16.000 per 1 dolar AS.




Usai Suharto meneken perjanjian utang dengan IMF, Clinton dengan lega dapat berkata kepada sahabat karibnya James T Riady, “My mission has accomplished. One of my debts paid off !


Mantan Menteri Luar Negeri AS Lawrence Eagleburger memiliki penilaian khusus setelah pengunduran diri Suharto, 21 Mei 1998: “Kami cukup pandai karena menggunakan IMF untuk menggulingkan Suharto. Apakah itu cara bijaksana untuk selanjutnya, adalah masalah lain. ”


Pada akhirnya, gerakan reformasi di Indonesia hanya memperburuk krisis ekonomi dan membawa Indonesia mundur beberapa dekade ke belakang.


Perdana Menteri Australia Paul Keating – yang menjalin hubungan dekat dengan pemimpin Indonesia selama bertahun-tahun menuding Departemen Keuangan AS “ … dengan sengaja menciptakan keruntuhan ekonomi sebagai sarana untuk membawa kejatuhan Soeharto …”


Kolaborasi Amerika Serikat, China, CSIS, James Riady – Wanandi Bersaudara telah secara efektif mempercepat keruntuhan Rezim Suharto, sebagaimana telah mereka rencanakan jauh sebelumnya.


Bahkan Camdessus secara tidak tahu malu, dengan gaya bak penguasa pada saat penandatanganan LoI IMF-RI yang meninggalkan kemarahan rakyat Indonesia, mengatakan: “Kami menciptakan kondisi yang mengharuskan Suharto untuk meninggalkan kuasaannya. Kami bangga dengan itu!”


Clinton Tekan Suharto


Pelepasan status rahasia pada transkrip dan dokumen-dokumen AS lainnya, yang datang dari era tahun 1990-2000 itu dilakukan hanya dua bulan sebelum lebih dari 15.000 delegasi berkumpul untuk konferensi tahunan IMF-World Bank Group di Bali, Indonesia.


Pemerintah Jokowi mendapat kecaman keras atas keputusannya menanggung semua biaya acara tahunan kedua lembaga keuangan dunia, yang menghabiskan uang pajak rakyat sekitar Rp 1 triliun rupiah di tengah kemerosotan ekonomi dan lonjakan utang luar biasa di era pemerintahannya.


Kondisi ekonomi Indonesia sekarang sangat mengkhawatirkan Presiden Joko Widodo dalam persiapan untuk memenangkan pemilihan presiden tahun 2019: rupiah sekarang bertengger di 15.190 per satu dolar Amerika, level tertinggi sejak 1997-1988 crash, meskipun pengeluaran bank sentral (BI) sudah mencapai 12 miliar dolar Amerika dalam beberapa bulan terakhir untuk menopang mata uang.


IMF diam-diam sudah mengucurkan sekitar 8 miliar dolar Amerika pada bulan Juni 2018 lalu untuk mengamankan nilai tukar mata uang rupiah terjun bebas. Kemerosotan nilai rupiah sangat mengkhawatirkan mengingat utang negara dalam denominasi dolar AS sangat tinggi.


Meskipun tidak seorang pun berani mengatakan bahwa Indonesia dapat bertahan menghadapi ancaman pelemahan rupiah ini, namun sejarah siap untuk berulang dan menempatkan presiden Jokowi sebagai tumbalnya.


Kondisi ekonomi goyah, mata uang jatuh, utang melonjak, beban pembiayaan proyek infrastruktur melebihi daya tahan APBN, kredit dan investasi menurun, defisit neraca pembayaran karena impor terus menerus melampaui ekspor, dan seterusnya memiliki konsekuensi politik bagi PresidenJoko Widodo menjelang pemilihan presiden April 2019 mendatang.


Disebutkan dalam dokumen tersebut, Clinton pertama kali menekan Suharto pada 8 Januari 1998, untuk mendesaknya mendukung reformasi ekonomi dan untuk menjaga suku bunga tetap tinggi sampai rupiah mulai stabil.


Clinton menawarkan jasa Deputi Menteri Keuangan Larry Summers sebagai konsultan untuk membantu dalam proses reformasi di Indonesia. Presiden Suharto, dengan gaya Jawa yang khas, mengucapkan terima kasih kepada Clinton dan berjanji akan mempertimbangkan sungguh-sungguh usulan dan saran Amerika.


Keesokan hari, dari arsip dokumen rahasia itu, menyebut Menteri Perdagangan dan Industri Indonesia Tunky Ariwibowo mengatakan kepada duta besar AS untuk Jakarta Stapleton Roy bahwa Suharto terkesan dengan Clinton dan wawasannya tentang bagaimana masyarakat internasional memandang situasi Indonesia.


Panggilan telepon berikutnya, Clinton menguraikan rencananya membantu Indonesia dan menyampaikan saran kepada Suharto untuk melaksanakan perjanjian IMF dan mereformasi sistem perbankan pusat dan swasta, sebagaimana yang diharuskan dalam letter of intent (Lo) IMF. Hasilnya luar biasa, dolar AS tetap melambung, 16 bank ditutup dan meninggalkan utang serta kewajiban perbankan ratusan triliun rupiah yang harus dipikul Bank Indonesia dan rakyat Indonesia.

 

Clinton Tolak Rencana Suharto Terapkan Saran Steve Hanke


Clinton menelpon Suharto untuk ketiga kalinya dari Camp David 13 Februari 1998.

 Tanpa keramahan seperti sebelumnya, kali ini Clinton menentang rencana Suharto untuk membentukan Dewan Mata Uang, sesuai saran ekonom terkemuka dunia, Steve Hanke.

Clinton mengancam Suharto dengan mengatakan AS dan negara G7, semua percaya rencana Suharto untuk menerapkan saran Steve Hanke akan menimbulkan risiko terhadao “segala sesuatu yang telah Anda capai.”


“Pasar akan bereaksi negatif jika dewan itu dibentuk. Semua investor dan pelaku pasar akan lari dari Indonesia dan itu secara serius akan menghabiskan cadangan devisa Indonesia serta mempersulit upaya IMF dan masyarakat internasional untuk memberikan dukungan,” ancam Clinton kepada Suharto.


Tak cukup sampai di situ, Clinton memperingatkan Suharto: “Rencana Anda itu akan menaikkan suku bunga, menyebabkan runtuh bank-bank dan sistem perbankan dan membuatnya lebih mudah bagi spekulan untuk bergerak melawan rupiah.”


Clinton mengatakan meskipun dewan mata uang telah terbukti berhasil di beberapa negara, namun tidak akan berhasil di Indonesia.

Lalu Clinton menyimpulkan, akan lebih baik jika Suharto memperkuat sistem perbankan, menyelesaikan utang sektor swasta dan terus menerapkan reformasi IMF.


Suharto menanggapi ancaman Clinton itu dengan mengeluh bahwa resep IMF tampak tidak berhasil dan menjadikan situasi ekonomi RI semakin buruk, padahal pemerintah sudah menghabiskan AS $ 10 miliar dari cadangan devisa yang sudah sangat menipis untuk menopang rupiah.


“Jika pemerintah terus campur tangan, kami akan menghabiskan cadangan,” kata Suharto membantah Clinton.


Clinton tidak menanggapi protes Suharto. Dia terus menekan Suharto untuk membatalkan rencana menjalankan saran Steve Hanke.


Mengenai Steve Hanke sendiri, pada awal kedatangannya ke Indonesia, semua dilakukan secara rahasia. Edward Suryadjaya anak tertua konglomerat ASTRA, secara khusus menjemput Hanke dengan pesawat pribadi dan membawanya masuk ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.


 Namun, agen intel Amerika dan China pada saat itu menyebar di seluruh penjuru Jakarta untuk mengamankan agenda politik Clinton-RRC: memaksa Suharto turun dari kekuasaan dan mengambilalih kekuasaan di Indonesia melalui proksi mereka serta jebakan sistem demokrasi liberal yang dipaksakan kepada Indonesia.

 

Agenda Politik China-Cukong-CSIS & Kilas Balik Clinton-Riady


Keberhasilan James Riady meyakinkan Presiden Bill Clinton agar segera menjadikan penggulingan Suharto sebagai program prioritas Pemerintah Amerika Serikat pada akhir tahun 1996, tidak lepas dari utang budi dan pertemanan lama Clinton-Riady.


Mereka berdua sudah menjalin hubungan erat sejak 1985 ketika James Riady ditugaskan untuk mendekati Bill Clinton, yang namanya masuk dalam radar intelijen China sebagai calon presiden Amerika di masa depan.

Penugasan China kepada James Riady untuk mendekati Bill Clinton dimulai dengan kunjungan Liem Sioe Liong (Sudono Salim) dan Mochtar Riady ke kota Little Rock, Arkansas.


Liem Sioe Liong adalah konglomerat terkaya di Indonesia, sekaligus pemilik Bank terbesar BCA. Mochtar Riady adalah ayah James Riady yang pada saat itu menjabat Direktur Utama Bank BCA.


Maksud kunjungan mereka ke ibukota negara bagian Arkansas itu adalah mencari bank yang akan segera dibeli dan selanjutnya menjadi samaran sempurna bagi James Riady untuk menjalankan misinya, mendekati Bill Clinton Gubernur Arkansas, Amerika Serikat.


Mengenai mengapa James Riady yang dipercayakan melakukan operasi intelijen China itu, Mochtar Riady mengungkap pepatah China: “Menangkap Kuda Pakai Kuda”. James sebaya dengan Clinton sehingga tidak ada hambatan psikologis dan komunikasi di antara mereka.


James Riady berbekal pengetahuan dari intelijen China mengenai sosok Bill Clinton, segera melakukan pendekatan kepada Clinton pada saat awal kedatangannya ke Little Rock City, Arkansas. Di awali dengan “courtessy call”, dilanjutkan dengan beberapa pertemuan dan penyampaian penawaran bantuan dari James Riady yang mustahil ditolak Clinton.

James tahu persis karakter, gaya hidup flamboyan Clinton dan kegemarannya berada di dekat para wanita muda dan cantik. Semua itu membutuhkan biaya besar yang mustahil ditutup dari gaji Clinton sebagai gubernur atau meminta uang dari Hillary, istrinya yang berpenghasilan jauh lebih besar sebagai pengacara terkemuka di Arkansas.


Singkatnya, James hadir sebagai solusi bagi Clinton, di antaranya melalui program investasi ajaib dari Wharton Bank milik James Riady khusus kepada Hillary dan Bill Clinton dengan yield hasil investasi hingga ratusan persen per tahun. James Riady dan Wharton Bank menjadi kasir dan juru bayar semua biaya kenakalan Clinton semasa jadi Gubernur Arkansas.


Dilahirkan sebagai William Jefferson Blythe III di Hope, Arkansas, Amerika Serikat, adalah Presiden Amerika Serikat ke-42 dari Partai Demokrat. Ia menjabat dua kali masa jabatan periode (20 Januari 1993 – 20 Januari 2001). Terpilih pertama kali pada pilpres 4 Nopember 1992 dan pada pilpres 4 Nopember 1996.


Clinton pertama kali terpilih sebagai Gubernur Arkansas pada tahun 1978 pada usia 32 tahun, yang menjadikannya gubernur termuda di Amerika. Pada pemilihan gubernur berikutnya, ia dikalahkan calon dari partai republik. Namun, Clinton kembali berhasil memenangkan jabatan Gubernur Arkansas pada pemilihan berikutnya dan terus menjabat gubernur sampai tahun 1991.

Karir politiknya yang luar biasa menjadikan Clinton sebagai tokoh muda Amerika yang diramalkan banyak pihak bakal menjadi presiden Amerika di masa mendatang. Hal ini juga menjadi motif intelijen China untuk membangun hubungan pribadi dengan Clinton sejak tahun 1985 melalui James Riady.

 

Suharto:  Dari Aset ke Liability


Di mata pemerintah AS, Indonesia dan Suharto adalah sekutu terpenting di Asia Tenggara. Sejak keberhasilan Suharto menghancurkan ancaman komunis pada 1965 dan kebijakan pemerintah Orde Baru Suharto yang pro Amerika, menjadikan Suharto aset sangat berharga bagi Amerika dan sekutunya, setidaknya hingga tahun 1996.


Perubahan sikap Amerika Serikat terhadap Suharto baru benar-benar terjadi pasca terpilihnya Clinton sebagai presiden AS untuk periode kedua Nopember 1996. Pengaruh James Riady dan CSIS (Center for Strategic and International Studies – Lembaga pemikir penasihat kebijakan pemerintah ORBA 1971-1990) terhadap Bill Clinton menjadi penyebab utama perubahan sikap AS terhadap Suharto.


Setelah menikmati segala keistimewaan dan hak khusus selama 20 tahun dari pemerintah Suharto, kelompok Tionghoa dan elit katolik Indonesia tidak dapat menerima begitu saja perubahan sikap dan kebijakan Suharto yang mulai merangkul pribumi dan umat Islam Indonesia. Konglomerat tionghoa dan elit katolik menilai kebijakan Suharto yang pro Islam sejak 1988 sebagai ancaman supremasi ekonomi dan politik mereka.


Ketika Suharto semakin mendekat kepada mayoritas pribumi dan Islam, CSIS melalui Vatikan dan jaringan katolik internasional seperti Santamaria, mulai melakukan perlawanan untuk menggulingkan Suharto. Selama beberapa tahun, upaya mereka menjatuhkan Suharto dengan menghimpun semua kekuatan di luar Islam ternyata gagal, Suharto malah makin mesra dan erat dengan Islam.


Pada tahun berikutnya,


 Suharto mendorong dan merestui lahirnya ICMI, perbankan dan asuransi syariah, media Islam (Republika, TPI), Dompet Dhuafa, menunaikan ibadah haji, memberi dukungan kepada negara Bosnia yang mayoritas muslim, mendorong ekonomi dan politik Islam yang selama puluhan tahun tertinggal untuk mulai tumbuh dan berkembang.


 Semua ini meningkatkan resistensi komunitas Tionghoa dan minoritas khususnya katolik radikal terhadap Suharto. Berbagai fitnah dan opini mulai disebarkan: KKN Suharto, Gurita Bisnis Keluarga Cendana, rezim represif, dan seterusnya. Suharto dan keluarganya terus menerus diserang fitnah dan opini, rekayasa dari kelompok ini.


Namun, tetap tidak berhasil menggulingkan Suharto dari kursi kekuasaan.


Kesempatan menjatuhkan Suharto baru terbuka ketika China melalui James Riay dan para agen nya berhasil memberi kontribusi besar kepada kemenangan Bill Clinton pada pilpres Nopember 1996 melalui bantuan dana kampanye secara ilegal yang dipasok dari Global China Resources Ltd, Hong Kong – perusahaan kedok dari China Military Intelligent.


 Pasokan uang itu mengalir ke Partai Demokrat AS dari sumbangan para orang China di Amerika Serikat. Para penyumbang kampanye Bill Clinton itu sebelumnya menerima transfer uang dari Bank Lippo Jakarta, Indonesia milik James Riady.


Utang budi dan pertemanan menjadi dasar Clinton terlibat dalam penggulingan Suharto. Sadar bahwa Indonesia dan Suharto adalah sekutu utama AS, Clinton menggunakan tangan IMF untuk mencapai tujuannya.


China sebagai negara yang menikmati hasil terbesar dari penjatuhan Suharto oleh AS – IMF memainkan peran di balik layar dan pengerahan intelijen secara masif di Indonesia pada masa itu.


Akhirnya, sejarah mencatat

Suharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.


Konstitusi RI dirombak total melalui tekanan berabagi organisasi di bawah PBB dan NDI (National Democrat Institute/lembaga kajian Partai Demokrat AS) dan para kolaborator lokal seperti Kornop, LBH, Cetro dan lain-lain.

Melalui amandemen UUD 45 khususnya penghapusan ketentuan mekanisme pelaksanaan kedaulatan rakyat dan syarat presiden harus orang Indonesia asli, China-Konglomerat Tionghoa-CSIS dan kekuatan asing lain dengan mudah menguasai dan mengendalikan Indonesia sepenuhnya melalui proksi atau pemimpin boneka.


Sejak 1999 Indonesia silih berganti menjadi korban neoimperialisme asing.


Puncaknya pada 2014, 


Ketika China - P Demokrat AS - Cukong - CSIS,:  berhasil mendudukan seorang boneka menjadi penguasa tertinggi negara. 


Sejujurnya, kita – rakyat Indonesia bisa bertanya kepada mantan Presiden SBY: “Mengapa akhirnya Pak SBY menyerah? Memilih mengkhianati Prabowo-Hatta, membantu kemenangan Jokowi-JK dengan segala cara.”

Kotak Pandora27/09/2018  Politik


Minggu, 02 Maret 2025

DANANTARA : Pro dan Kontra

 Danantara, Skema Sempurna Menjual Indonesia

Oleh: Kanti W. Janis

IG @penulis_optimis

Blog: kaweje.blogspot.com




Jakarta, 1 Maret 2025


Aku meminjam uang untuk perusahaan-perusahaan milikku. Perusahaan itu ada yang jasa perbankan, jasa transportasi massa, perdagangan beras, perdagangan pupuk, sampai pengembang perumahan.


Sayangnya aku gagal bayar karena terlalu banyak mempekerjakan orang-orang titipan keluarga yang tidak kompeten. Perusahaan-perusahaan itu merugi parah.


Daripada bubar, akhirnya aku menggabungkan semua perusahaanku ke dalam sebuah perusahaan baru bernama PT. Kekenyangan. Lalu utang yang belum terbayar dari perusahaan-perusahan tersebut aku konversi menjadi saham PT. Kekenyangan. Saham itu aku tawarkan kepada kreditur dan beberapa calon investor.


Kreditur tidak perlu menaruh modal tambahan lagi. Cukup ikut memiliki PT. Kekenyangan, ia punya kontrol dan turut menikmati keuntungannya. Maka si kreditur setuju dengan tawaran win-win solution tersebut.


Karena utangku besar, utang yang telah diubah jadi saham PT. Kekenyangan tersebut akhirnya mengurangi jatah kepemilikanku di PT. Kekenyangan.


Kreditur asing itu sekarang menjadi lebih berkuasa di PT. Kekenyangan dan menikmati lebih banyak dividen.


Dia menambah saham lagi, begitu pula para investor lain, lama-kelamaan sahamku terdilusi. Sekarang aku nyaris tidak memiliki kontrol lagi di PT. Kekenyangan, kontrol utamanya dipegang kreditur dan investor lain.


Nah, coba sekarang kata "aku" diubah menjadi Indonesia, dan perusahaan diganti menjadi "BUMN" dan PT. Kekenyangan diubah menjadi Danantara.






Kita coba ya...


Indonesia meminjam uang untuk BUMN-BUMN.


BUMN-BUMN itu ada yang jasa perbankan, jasa transportasi massa, perdagangan beras, perdagangan pupuk, sampai pengembang perumahan.


Sayangnya Indonesia gagal bayar karena terlalu banyak mempekerjakan orang-orang titipan keluarga yang tidak kompeten. BUMN-BUMN itu merugi parah.


Daripada bubar, akhirnya Indonesia menggabungkan semua BUMN ke dalam sebuah perusahaan baru bernama Danantara. Lalu utang yang belum terbayar dari BUMN-BUMN tersebut Indonesia konversi menjadi saham Danantara. Saham itu Indonesia tawarkan kepada kreditur dan beberapa calon investor.


Kreditur tidak perlu menaruh modal tambahan lagi, karena saham itu diberikan untuk membayar utang Indonesia kepadanya.


Cukup ikut memiliki Danantara, ia punya kontrol dan turut menikmati keuntungannya. Maka si kreditur setuju dengan tawaran win-win solution tersebut.


Karena utang Indonesia besar, utang yang telah diubah jadi saham tersebut akhirnya mengurangi jatah kepemilikan Indonesia di Danantara.


Kreditur asing itu sekarang menjadi lebih berkuasa di Danantara dan menikmati lebih banyak dividen.


Dia menambah saham lagi, begitu juga investor lain, lama-kelamaan saham Indonesia di Danantara terdilusi.


Sekarang Indonesia sudah nyaris tidak memiliki Danantara lagi, kontrol utamanya ada di tangan kreditur dan investor lain.


Bagaimana, sekarang sudah paham cara kerja Danantara? Dan kenapa skema ini sangat berbahaya bagi kedaulatan bangsa Indonesia?


Apalagi banyak BUMN yang mengurus hajat hidup seluruh rakyat Indonesia.


Badan Usaha Milik Negara sudah lama hanyalah sekedar judul. Rakyat Indonesia tidak pernah memilikinya.


Sejatinya milik negara adalah milik rakyat. Tapi rupanya masih sedikit dari kita yang memahami apa itu makna memiliki dalam sebuah perusahaan.


Apakah jika judulnya Badan Usaha Milik Negara, lantas sudah pasti kita turut memiliki? Apakah jika bentuknya badan hukum Indonesia, sudah pasti dimiliki Indonesia?

Apakah jika direkturnya seorang WNI, bahkan presiden sekali pun, maka sudah menjadi milik Indonesia?

Belum tentu!


Memiliki artinya punya kontrol dan dapat menikmati keuntungannya. 


Di dalam sebuah perseroan, pemegang saham adalah pemiliknya. 


Kadang juga untuk mengakal-akali, supaya terlihat saham pengontrol dipegang Indonesia, akan ada perseroan di dalam perseroan, ada juga pinjam nama, padahal penerima manfaatnya orang lain.


Sekarang di mana bukti kepemilikan kita, rakyat Indonesia atas BUMN? 


Jangankan kontrol dan menikmati keuntungan, laporan berkala saja tidak ada. 


Bagaimana tiap-tiap BUMN dikelola, kita tidak pernah dibuat paham secuil pun.


Ingat, jika tidak punya kontrol, tidak bisa menikmati keuntungan, artinya kita hanya sapi perah.


Lebih jauhnya kita dapat melihat niatan pembentukan Danantara adalah untuk melayani kepentingan investor asing. Ini bukan teori konspirasi, melainkan tertulis jelas dalam penjelasan PP No. 10/2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara, sebagai berikut:


Pemerintah telah melakukan perbaikan iklim investasi dan kemudahan berusaha untuk Foreign Direct Invesment (FDI) yang masuk ke Indonesia. Selain itu, upaya peningkatan FDI ke Indonesia juga perlu memperhatikan perspektif dan minat investor luar negeri.


Dengan demikian, saat ini diperlukan adanya suatu lembaga yang mampu menjadi mitra strategis bagi investor dimaksud, yang memiliki landasan yang kuat secara hukum dan kelembagaan, serta menerapkan praktik dan standar internasional yang dapat menjadi perantara bagi para investor dalam menempatkan investasi atau FDI di Indonesia.


Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara


Atau Danantara oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2OO3 tentang


Badan Usaha Milik Negara dimaksudkan untuk dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang oleh BUMN dalam rangka secara berkelanjutan.


Untuk merealisasikan fungsi dan tujuan tersebut, Danantara memiliki

karakteristik khusus yang dapat menjadikan lembaga ini memiliki fleksibilitas dan profesionalitas dalam peningkatan nilai investasi, serta sebagai mitra strategis bagi investor asing.


Inilah tindakan menuju makar yang sebenarnya. 

Menggadaikan negara beserta isinya ke pihak asing. 



Referensi:

- UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN

- PP No. 10/2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara





Catatan:


Tulisan ini bisa dibaca juga melalui 


1. https://kaweje.blogspot.com/2025/03/danantara-skema-sempurna-menjual.html

2, https://www.jawapos.com/ekonomi/015675466/apa-itu-danantara-ini-arti-nama-tujuan-pembentukan-dan-landasan-hukumnya

3. https://money.kompas.com/read/2025/02/20/102538226/apa-itu-danantara-ini-pengertian-dan-tujuan-pembentukannya?page=all

4. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250220070055-92-1200305/menakar-mimpi-besar-danantara-jadi-raksasa-seperti-temasek

5. https://www.antaranews.com/berita/4674949/pengertian-dan-fungsi-danantara-hingga-manfaatnya-untuk-indonesia#google_vignette

6. https://visual.republika.co.id/berita/smk7zu502/danantara-indonesia-raksasa-baru-swf-dunia

7. https://www.tempo.co/ekonomi/dapat-pinjaman-rp-9-4-triliun-dari-bank-luar-negeri-bni-untuk-pembiayaan-kembali-utang-yang-ada-1166924

8. https://finansial.bisnis.com/read/20180122/90/729162/ini-alasan-bni-pinjam-duit-rp13-triliun-dari-bank-asal-china#:~:text=PT%20Bank%20Negara%20Indonesia%20(Persero)%20Tbk.%20mendapatkan,senilai%20US$1%20miliar%20yang%20diberikan%20pada%202015.

9. https://www.tempo.co/arsip/utang-cina-merambat-ke-bank-bumn--844972

10. https://keuangan.kontan.co.id/news/mandiri-bni-dan-bri-raih-pinjaman-dari-china

11. https://www.tempo.co/arsip/korupsi-denda-sawit-di-kawasan-hutan-1213915

12. https://www.tempo.co/foto/arsip/tumpukan-uang-senilai-rp-300-miliar-yang-disita-kejaksaan-agung-1167282

13. https://www.tempo.co/foto/arsip/kejagung-tahan-anggota-dpr-dari-pdip-ismail-thomas-259375

14. https://www.tempo.co/politik/korupsi-pertamina-pertamax-oplosan-1213899

Kamis, 23 Januari 2025

OPINI : Sekjend FTA, Id@ NKusdianti

 Tetesan Tinta Ida 240125✒️

Kami  mendukung  Presiden Prabowo Subianto 

Untuk mencabut ( kanker ganas ) KORUPSI, sampai ke akar - akarnya.


 

Reklamasi mengepung NKRI?
OMG !!





Mengapa Di Era Presiden Soekarno Dan Soeharto 

Etnis China Dibatasi Ruang Dan Gerakannya ??


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


Dicaploknya Laut dan Pesisir pantai oleh Para Oligarki yang sebagian besar Etnis China saat ini telah mengingatkan rakyat pada kebijakan negara di masa orde lama dan orde baru dalam mengatur dan menjaga NKRI dari para penumpang gelap yang ingin mengusir pemilik aslinya, maka pada saat itu ada istilah pribumi dan non pribumi.


Hanya Provinsi Yogyakarta yang sampai saat ini masih mempertahankan dan menerapkan larangan memiliki hak atas tanah bagi warga keturunan, termasuk Tionghoa dan India. Regulasi itu menyebut mereka sebagai nonpribumi. Inilah Sri Sultan uHamengkubuwono yang dari turun temurun selalu melindungi rakyatnya dari kerakusan para parasit Bumi u Pertiwi.



Kesaksian Said Didu




Sahabat Ida Fillah & Lillah✒️


Pada masa pemerintahan Soekarno ( Orde Lama ) dan Soeharto ( Orde Baru ), pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur masyarakat Tionghoa. 


Selepas Reformasi pada masa Presiden Abdurrahman Wahid sebagian besar peraturan ini telah dihapuskan, 


Seiring dipulihkannya hak-hak orang Tionghoa oleh hukum Indonesia. 


Mereka semakin leluasa menjebol dan menguasai sebagian besar daratan di Republik ini  seperti PT. Sinarmas yang menguasai lahan jutaan hektar berlipat-lipat, dari luas wilayah propinsi DKI. dan kita tahu akhir akhir ini lebih sadis lagi para Greedy Man alias manusia rakus Aguan dkk tidak hanya dengan daratan yang ingin mereka caplok tapi lautan pun akan mereka kapling untuk para koleganya lewat para pejabat pengkhianat di era Presiden  Jokowi Presiden terburuk sepanjang sejarah berdirinya NKRI.


Mengapa pemerintah saat ini tidak merujuk pada kebijakan pemerintah sebelumnya, minimal siapapun mereka yang ingin eksis di Indonesia hanya di beri Hak Pakai bukan Hak Milik, hingga Negeri ini tidak harus berpindah tangan kepada Aseng/ Asing.


PSN PIK 2 bisa sebagai entry points untuk membongkar PSN PSN lainnya yang terindikasi sebagai proyek pencucian uang para oligarki kotor dan keluarga Jokowi yang semasa menjabat telah terbukti berkhianat terhadap NKRI atas beberapa kasus yang baru mencuat menjelang  100 hari kinerja kabinet merah putih dibawah Presiden Prabowo Subianto.


Rakyat pada akhirnya sadar dan tahu betapa cintanya founding father kita terhadap masa depan anak cucunya dengan segala kebijakan pembatasan non pribumi meskipun dianggap kontroversial tapi sejatinya kebijakan tersebut sebagai bentuk menjaga kedaulatan dari  para parasit perusak republik ini


Jokowi dan Aguan mungkin tidak bisa tidur setelah ditelanjangi oleh rakyat Pantura Tangerang Banten yang terus menekan pemerintahan Prabowo untuk tidak mentolerir    atas pelanggaran yang terjadi di PSN PIK 2.


Laut Bekasi yang sudah mulai diurug dan juga Surabaya yang kesemuanya berkedok proyek strategis tapi berdampak pada pemiskinan rakyat setempat dan dipastikan kedepannya  akan mengancam NKRI dari sabotase Greedy man seperti Aguan yang saat ini menjadi  orang yang paling dicari oleh warga Banten.


Statement  Presiden Prabowo baik dalam forum resmi kenegaraan ataupun tidak, sedang diuji saat ini, Rakyat berharap Presiden Prabowo Lebih confidence dalam mewujudkan impian terbesarnya untuk mengembalikan hak hak rakyat yang di curi selama ini.



Ada Mafia di ATR/BPN ?



Kerakusan Aguan dkk adalah sebuah fakta bukan opini untuk memecah belah ataupun sentimen terhadap etnis tertentu, tapi sejarah telah mencatat dari kasus BLBI, Century, Asabri, Jiwasraya dan bobolnya BUMN BUMN lainya didominasi oleh warga etnis tionghoa ,And its can be proven right or wrong bisa dicek baik lewat media cetak ataupun dokumen dokumen fakta peradilan.


Berulang kali saya katakan Rakyat Indonesia diambang konflik sosial yang disebabkan oleh oknum tertentu yang akan berakibat pada mosi anti ras karena monopoli di segala bidang telah mematikan ekonomi rakyat kecil yang sebagian besar pribumi aseli Indonesia.


Tulisan saya mungkin dianggap rasis dan terasa pahit bagi sebagian orang, tapi  menyampaikan fakta demi sebuah keadilan dan harmonisasi antar kehidupan rakyat jauh lebih bermakna daripada menyembunyikan sesuatu yang busuk.


HANYA KEMBALI PADA UUD 45 YANG ASLI  satu satunya cara menyelamatkan NKRI dari Hegemoni Oligarki yang kian RAKUS


Hari ini Indonesia tercabik-cabik oleh keangkuhan oligarki Aguan dkk  akibat euforia reformasi yang overlap/kebablasan sehingga negara tidak mampu mengendalikan   kekuatan kekuatan oligarki yang sudah berani mendikte kebijakan kebijakan lewat pejabat negara pengkhianat seperti Jokowi dan jajarannya.


Untuk seluruh rakyat Indonesia, pertahankan hak kita, tanah kita,  laut kita, udara kita, hutan kita...jangan pernah jual, atau nasib kita sebagai rakyat akan ada di telapak kaki pengusaha kotor dan rakus.


#TangkapJokowi

#TangkapdanAdiliAguan

#TangkapHadiCahyanto

#TangkapRajajuliPSI

#TangkapPejabatAntekAguan

#KembaliKeUUD45Asli

#ForumTanahAirBersamaRakyat

#ForumTanahAir

#FTAForBrighterIndonesia


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh


Id@ NKusdianti

Sekjend FTA



Diduga mereka ini pelaku pagar laut ?



"SUDAH WAKTUNYA WAJIB PAJAK,

 DIUBAH MENJADI PENERIMA MANFAAT,

DARI PENDAPATAN NEGARA,! "

 

Negara Kita  bukan negara miskin, jika kekayaan laut, bumi, galian, tambang emas, batubara,  bauxit, timah, hingga uranium  Dikelola oleh Negara secara jujur dan transfaran, kemudian hasilnya di distribusikan kepada seluruh rakyat Indonesia,

 

 "Secara adil sesuai porsinya, merata sesuai keperluan nya,  

Maka dijamin cita - cita Proklamasi akan terwujud

Dalam tempo sesingkat - singkatnya ".

 

Masyarakat yang Adil dalam Kemakmuran, dan Makmur dalam Keadilan.

 

Data para WP atau Wajib Pajak bisa digunakan untuk membayarkan manfaat ini, jika sebelumnya dari Rakyat untuk Negara, maka sekarang dibalik,

 

"DARI NEGARA UNTUK RAKYAT,

 

Caranya ?

 

1. Tegakkan Hukum !! Yang Berkeadilan Tanpa pandang bulu.  


2. Hukum Gantung Sampai Mati dan Rampas semua asset Koruptor,!!  


3. Penyelenggara Negara harus bersih dari KKN, - Korupsi Kolusi Nepotisme.


4. Presiden cukup dipilih dan dilantik serta bertanggung jawab kepada MPR.


5. Bubarkan atau Fusikan Partai Politik ! Maksimal 5 Partai saja.


6. Kembalikan "Hak Recal" , dan *Recall Election" ketangan Rakyat. Bahwa Rakyat berhak menurunkan pejabat di daerah hingga pusat, jika membuat kebijakan yang tidak Pro Rakyat.


7. MPRRI harus membuat kembali GBHN sebagai acuan kebijakan bagi Presiden selaku Mandataris MPR.  Agar Haluan negara menjadi jelas arah dan tujuannya.


8. Angkat dan Kembalikan kursi Raja dan Sultan Nusantara. Sebagai pemilik SAH  asal  wilayah dan suku bangsa Indonesia. Dudukkan Mereka dan Fungsikan kembali lembaga DPA., Dewan Pertimbangan Agung, sesuai amanat Konstitusi UUD 1945 yang Asli, Pada 18 Agustus 1945.  -- Lembaga DPA dihapuskan di Amandemen  UUD 2002 --


9. Batalkan semua UU dan Peraturan yang tidak Pro Rakyat. terutama UUMD3, UU No.7 Pemilu 2017 yang merampas kedaulatan Rakyat menjadi Kedaulatan Parpol.


10. Semua asset negara harus dikembalikan kepada Negara, dan dikelola oleh Negara, untuk digunakan sebesar- besarnya bagi kepentingan Memakmurkan seluruh Rakyat Indonesia .

 

Inilah yang harus dilakukan Indonesia kedepan, agar tidak terpuruk dibawah kaki Kolonialis, Komunis, dan Penjajahan baru".

 

Riwayat Sang Belasting :


Kenaikan  Ppn 12% negara hanya dapat 81 Trilyun per tahun yang diambil dari 200 juta an Rakyat Indonesia......Padahal jika diambil dari 50 orang kaya Indonesia + Pajak² dari Tambang > Negara ada pemasukkan Pajak 202 Trilyun per tahun...Tanpa harus  menyentuh 200 juta Rakyat yang jelas nyata kelompok menengah  yang  tengah merosot jatuh masuk kelompok rentan miskin tersebut.

 

Pendapatan negara  82% dari pajak, tapi ke mana hasil-hasil lainnya seperti:

 

1. Tambang emas.

2. Tambang nikel.

3. Tambang batubara.

4. Tambang timah.

5. Tambang aluminium.

6. Tambang bauksit.

7. Tambang migas.

8. Tambang semen.

9. Perkebunan.

10. Hutan.

11. Laut.

12. Dll.

Kami semua berhak ikut menikmati  Kemerdekaan ini.  Hidup layak dan Bermartabat.     Kami  mendukung  Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut  KORUPSI, sampai ke akar - akarnya.

 

SEKALI MERDEKA, !!   *TETAP MERDEKA"

 

ARB/ Aliansi Rakyat Berdaulat @2025


# Gantung Para Koruptor

# Rampas Asset Koruptor

# Sahkan UU Perampasan Asset di DPRRI.  

# Basmi KKN sesuai amanah Reformasi 1998.